| Home | Who is Nunu | Nunu's CV | Portfolio | Award | How to buy | Ebook & Kursus | Confirmation | Forum | Article | Contact Me |

 
 
BRANDING UNTUK PRODUK PERTANIAN

Branding adalah suatu kegiatan investasi, yang biasanya menelan biaya yang cukup besar.  Dimulai dari penamaan (penentuan brand), pembuatan logo brand/merk, hingga kegiatan brand building yang meliputi positioning, launching, sustaining hingga rejuvenating.  Kegiatan branding adalah merupakan sebagian dari kegiatan marketing, yakni suatu upaya untuk memasarkan merk ke dalam suatu pasar.  Masalah sales/penjualan hanyalah sebagian dari masalah marketing ini.

 

Suatu kegiatan branding yang berhasil bisa membuat suatu brand/merk memiliki nilai tersendiri yang bisa diperjual belikan.  Contohnya banyak sekali, antara lain adalah merk Electrolux, yang sudah dikenal masyarakat sebagai merk vacuum cleaner dan mesin cuci yang berkualitas tinggi serta tahan lama.  Karena persepsi masyarakat yang kuat ini, merk tsb. bisa dijual kepada investor dengan nilai tinggi.  Sementara pemilik aslinya bisa tetap memproduksi produk serupa tetapi dengan merk lain yakni “Lux”.  Saat ini, merk yang memiliki nilai tinggi di dunia antara lain adalah Coca Cola dan Disney.

 

Branding adalah upaya untuk membangun image tentang suatu merk produk atau jasa di benak konsumen.  Suatu brand/merk yang sudah memiliki perceived quality yang kuat bahkan mampu menipu lidah konsumen-nya.  Hal ini banyak terbukti dalam blind test yang sering dilakukan oleh pemilik brand yang sedang memimpin pasar.

 

Saya sendiri pernah melakukan blind test produk margarine yang paling terkenal (merk BB) dengan merk lain yang kurang terkenal (mek Pb).  Dalam blind test, konsumen lebih menyukai produk Pb., namun ketika margarine tsb. diberi label, mereka menyatakan bahwa merk BB lebih enak.  Itulah “magic” dari kekuatan merk.

 

Lantas, adakah hal yang khusus yang harus diperhatikan dalam melakukan branding untuk produk pertanian?

 

Tergantung dari produk itu sendiri.  Branding sebaiknya tidak hanya bergantung pada keunggulan produk, namun juga harus mempertimbangkan tingkat persaingan pada segmen pasar yang hendak dituju.  Jadi, sebelum melakukan branding, terlebih dahulu pelajari hal-hal berikut:

  1. siapakah pesaing anda?
  2. segmen mana yang ingin anda tuju?  Semakin sempit segmen, semakin kecil biaya yang mungkin harus anda siapkan
  3. apakah konsep produk anda?
 

Sebagus apa pun suatu produk, kalau kegiatan branding-nya tidak berhasil, maka ia hanya akan tinggal menjadi sejarah yang tercatat di jurnal penemuan…

 

Copywriter, adalah salah satu pelaku dalam kegiatan branding.  Perannya?  Oooh... sangat besar!  Mulai dari penamaan produk sampai pembentukan image.  Jadi, jangan dikira ya copywriter itu cuma tukang tulis, tukang bikin kata-kata cantik doanks...!

Mau belajar soal branding lebih lanjut?  Ayo berdiskusi di Forum copywritingskill!

 
 
© 2007 - 2017 Modern School of Copywriting