| Home | Who is Nunu | Nunu's CV | Portfolio | Award | How to buy | Ebook & Kursus | Confirmation | Forum | Article | Contact Me |

 
 
CHEVRON BUANG DUIT

Kalau kita perhatikan di loayar TV akhir-akhir ini, ada iklan corporate Chevron yang copywritingnya enggak banget.  Alih-alih mendapat simpati, malah menimbulkan kesan sombong, serta tidak membumi.  Gawat.  Ini sama aja Chevron buang duit!

Sebenarnya, untuk apa sih Chevron membuat iklan itu?  Buat jualan?  Nggak mungkin kan?  Lha wong semua hasil produksinya harus dijual ke Pertamina kok.  So, satu-satunya alasan Chevron membuat iklan corporate itu adalah untuk meraih simpati masyarakat umum.  Soalnya, Chevron adalah perusahaan Amrik yang rawan konflik (ingat terorisme anti Amerika?).  Jadi dia harus mewujudkan image bahwa keberadaanya di Indonesia ini sangat bermanfaat untuk rakyat Indonesia, bahwa dia memberi lapangan pekerjaan pada ribuan keluarga, bahwa dia memberi energi yang terbarukan, bahwa dia bla...bla...bla...bla....

Iya sih, di iklan itu memang disebutkan dia mempekerjakan sekian ribu pegawai prbumi.  Tapi, the whole tone of the commercial itu kok kesannya sombong ya?  Kenapa?  Karena ia selalu menggunakan kata "kami", "kami" dan "kami"....  kelihatan banget Chevron ingin menonjolkan diri dan merasa penting.  Apalagi ada salah satu kalimat yang arogan banget: kami adalah perusahaan energi terbesar di dunia!  Weleh...weleh....ck....ck...ck... suombongnya...!!!

Terus, kalau situ terbesar, apa dong yang sudah dia sumbangkan buat masyarakat?  Penyumbang BLT terbesar kah?  Penyumbang 'gempa Sumatra' terbesar kah?  Kok nggak kedengeran yach...?!

Seharusnya, Chevron menunjukkan wajahnya yang jauh dari kesan itu semua.  Seharusnya Chevron tidak menonjolkan ke "kami" an nya.  Sebab materi corporate (yang saya yakini adalah materi CSR) seharusnya menunjukkan wajah yang simpatik, rendah hati dan helpfull.

Ingat, Chevron memiliki 'musuh' para pecinta lingkungan hidup, karena memiliki lokasi di hutan lindung.  Ingat, Chevron memiliki 'hutang' karena lebarnya jurang pemisah antara masyarakat setempat dengan kesejahteraan pegawai Chevron.  

 Saya tahu, para petugas CSR Chevron di lapangan telah berupaya keras menjembatani kesenjangan dan problematika seperti ini dengan mengadakan kegiatan yang betul-betul bermanfaat, tapi kok nggan kelihatan ya dalam iklan itu?  Mana wajah Chevron yang 'caring'?  Mana wajah Chevron yang sabar?  Apa sudah nggak ada lagi, atau semata klesalahan sgency dan copywriternya dalam mengkomunikasikan CSR activities nya....?

Ayo deh, ditinjau ulang, supaya wajah Chevron nggak kebutu 'rusak'...?

 

 

 

 
 
© 2007 - 2017 Modern School of Copywriting