| Home | Who is Nunu | Nunu's CV | Portfolio | Award | How to buy | Ebook & Kursus | Confirmation | Forum | Article | Contact Me |

 
 
COPYWRITER YANG OK, SEPERTI APA SIH?

Saat ini, banyak sekali Creative Director yang kesulitan mencari copywriter yang baik.  Masalahnya, seperti apa sih copywriter yang dianggap baik itu?

 

Saya menanyakan pendapat teman-teman kreatif senior yang saat ini tersebar di beberapa agency seperti ONM, Dentsu, Bates, Lowe, TBWA dll. dan feed back yang saya dapat bermacam-macam, mulai dari segi kemampuan hingga segi attitude. 

 

Dari segi kemampuan, seorang copywriter yang baik tentulah memiliki wording power yang baik.  Maksudnya, kemampuan dia dalam mengolah dan merangkai kata.  Beberapa orang menyebutnya sebagai ‘crafting’.  Hampir semua copywriter yang baik memiliki gaya penulisan yang indah dan unik.  Mampu mengutak-atik kata dengan cerdik.  Ciri-ciri awal dari copywriter seperti ini adalah mereka mempunyai kemampuan menulis puisi, cerpen, hingga lirik lagu yang cantik.  Ini adalah modal besar yang (pada kenyataanya) tak semua copywriter memiliki kemampuan demikian.  Ya, ada bakat di sana. 

 

Tapi, tak semua writer dengan kemampuan crafting yang baik bisa berkembang menjadi copywriter yang baik.  Kenapa?  Karena masih banyak lagi criteria yang harus dipenuhi.  Maklum, ‘seni’ menulis naskah iklan sangat berbeda dengan seni menulis fiksi atau puisi, misalnya.  Karena berada di dunia periklanan adalah berada di dunia amphibi: ada diantara dua dunia, yakni dunia bisnis yang penuh perhitungan serta serba logis, dan dunia seni yang mengedepankan keindahan.

 

Biasanya, dari segi kemampuan ini saya membaginya menjadi 3C, yakni crafting, creativity dan conceptual thinking.  Jadi jelas, selain kemampuan untuk mengolah kata (crafting), juga diperlukan kemampuan untuk berfikir kreatif serta pengetahuan menngenai pengembangan konsep.

 

Creativity atau kadar kreativitas seseorang bisa ditingkatkan, dipupuk, ditumbuhkan.  Sebab kreativitas adalah attitude.  Ia lebih dari sekedar bakat.  Ia adalah sikap yang harus dipupuk, dikembangkan dan dibiasakan.  Ia harus diajarkan dan ditanamkan sejak usia dini.  Sebab kreativitas sangat berhubungan dengan sikap dan pola pendidikan dasar manusia.  Saat ini banyak sekali tehnik-tehnik yang dikembangkan untuk meningkatkan daya kreativitas manusia.  Para peneliti pun sudah melakukan berbagai penelitian mengenai system kerja otak yang berhubungan dengan kreativitas ini.  Coba search dengan kata ‘creative thinking’ dan anda akan menemukan banyak sekali web yang mengajarkan mengenai kreativitas. Masalahnya, kreativitas bukan hanya pengetahuan.. namun adalah sikap!  Karena itu, untuk menjadi lebih kreatif, kita perlu banyak bergaul dengan orang-orang yang memiliki sikap kreatif dan mendukung kita menjadi lebih kreatif!  Tanpa itu, pengetahuan mengenai tehnik kreatif hanya ada di dalam memori kita.

 
 
 
© 2007 - 2017 Modern School of Copywriting