| Home | Who is Nunu | Nunu's CV | Portfolio | Award | How to buy | Ebook & Kursus | Confirmation | Forum | Article | Contact Me |

 
 
DARIMANA SUMBER IDE?

Sungguh ini suatu pertanyaan sulit.  Sesulit seperti menjawab pertanyaan: gimana sih cara mendapatkan ide?  Wah.  Mungkin jawabanya bisa panjang sekali, dan personal sekali.  Tapi.. sungguh tak adakah cara untuk memberi clue sedikiiit… saja darimana para creator iklan mendapatkan ide-ide mereka?  Sungguh tak adakah cara untuk mempelajarinya?

Karena iklan adalah materi komunikasi, yang mengkomunikasikan keunggulan/manfaat produk kepada konsumenya (target audience & target market), maka semestinya ide bisa digali dari kedua arah…

 
  1. Dari produk
 

Semakin banyak kita tahu mengenai produk, baik itu konsep penciptaanya, konsep penamaanya, cara membuatnya, kelebihan kekuranganya, manfaatnya, dll. dsb., maka akan makin mudah kita menemukan ide.   Dari pengetahuan paling sederhana hingga makin unik dari feature produk.  Kalau perlu, coba dulu produk itu, istilahnya… milikilah experience dengan produk itu!  Sehingga kita tahu manfaat apa yang paling signifikan yang bisa kita dapatkan.  Dan bukankah untuk manfaat itu pula konsumen akan membelinya??

 
  1. Dari target market
 

Semakin baik kita bisa mengenali target, semakin besar kemungkinan kita bisa ‘berbicara’ dan ‘membujuk’ mereka.  Kalau bisa, cobalah mendeskripsikan target secara spesifik, termasuk kepribadian, like and dislike, dream, fear, hobbies etc.  Coba bayangkan kita menjadi seperti mereka: apakah yang akan mempengaruhi ketika untuk mau mencoba dan membeli produk?  Apaka saja yang menjadi pertimbanganya?  Bagaimana kondisi psikologi target ketika melihat materi komunikasi kita?  Apa saja media habbitnya dan kapan, serta dalam keadaan bagaimana ia menerima pesan kita?  Lantas, bagaimana cara paling efektif untuk menarik perhatian serta simpatinya?

Seringkali, pengetahuan mengenai kondisi psikologi dan social target market bisa menuntun kita menemukan ide-ide yang outstanding, namun efektif.  Ya memang belum tentu materi itu akan menang penghargaan, sebab creative award seringkali hanya menilai ‘materi kreatif’-nya saja tanpa melihat bagaimana dan kapan materi itu ditayangkan sehingga menimbulkan efek yang membahana seperti yang diinginkan.

Sebagai contoh, sebuah iklan sederhana berupa undangan (baik kata-kata maupun look-nya persis seperti undangan) untuk menghadari sebuah private exbition di suatu hotel mewah di Jatim.  Yang membuat heboh, iklan itu berukuran double spread, ditaruh di halaman 2 dan 3 dari sebuah Koran terkemuka di Indonesia timur.  Sebagai akibatnya, iklan ini menggeser  rubrik berita utama ke halaman belakang.  Pembaca banyak yang protes dan mengatakan betapa sombong brand tsb.  dan sejujurnya,  memang itu impact yang ingin didapatkan!  Brand itu ingin di perceive sebagai barang super mewah yang hanya mampu dimiliki oleh para penguasa, yang mampu menggeser berita utama!

 
 
© 2007 - 2017 Modern School of Copywriting