| Home | Who is Nunu | Nunu's CV | Portfolio | Award | How to buy | Ebook & Kursus | Confirmation | Forum | Article | Contact Me |

 
 
HOW TO WRITE A BODYCOPY

Waah… sebenernya, ini bagian yang paling gampang dari copywriting!  Hehe… bener.  Soalnya yang diperlukan di bagian ini hanyalah kemampuan untuk crafting, crafting, dan crafting aja!  Once you know the ‘rule’, you can do it!  So di sini saya mungkin hanya akan ‘share that rule’ aja yach!

 

Bodycopy atau juga disebut naskah iklan itu sendiri, sebenarnya merupakan penjabaran dari apa pun yang kita tulis di judul.  Sehingga, kalimat pertama dari bodycopy haruslah mampu menjadi kalimat penyambung antara judul dengan isi iklan.  Setelah itu, barulah silahkan dengan leluasa menyampaikan apa yang hendak disampaikan.  Setelah itu, tutup kalimat dengan ‘call to action’.. yaitu kalimat pembujuk agar pembaca mau melakukan sesuatu seperti yang kita inginkan, seperti:

“Silahkan ke kantor cabang terdekat”

“hubungi kami sekarang juga”

“mulai perhatikan sekeliling anda”

dll. dsb…

 

Namun ingat, dalam menulis naskah iklan, ada satu ‘peraturan wajib’ yang tak dikenali dalam seni penulisan lainnya.  Yakni, gunakan bahasa yang sesingkat-singkatnya.  Kata yang sependek-pendeknya.  Tetap singkat, padat, namun tetap dapat menyampaikan pesan yang dikehendaki.  Jadi, setiap kali setelah anda menulis naskah, lakukanlah editing, editing, dan editing!   Singkat, jelas, padat, ringkas, itulah cirri naskah iklan sejati.  Hilangkan kata sambung, hilangkan kata imbuhan, hilangkan kata yang tak perlu.  Semakin lama anda menjadi seorang copywriter, akan semakin biasa anda mengedit.  Dan akhirnya.. sulit menulis seperti seorang pujangga!  Haha…

Contoh:

Berhadiah gelas cantik untuk setiap pembelian sabun X, bisa di edit menjadi:

Gratis gelas cantik tiap beli sabun X (lebih ringkas, tanpa mengurangi arti kan??)

 

Please dech... kita semua nyadar, bahwa iklan bukan karya seni yang ditunggu-tunggu kemunculanya.  Iklan oleh banyak orang adalah ‘garbage’, ‘salesman’ yang datang tanpa diundang… langsung nangkring di hadapan kita dan mulai ngoceh.  Siapa juga yang mau mendengarkan ocehan seorang salesman??  Jadi, sebisa mungkin kita berkata singkat, namun jelas; serta tetap  dapat menyampaikan pesan yang kita ingin sampaikan.  Kalimat yang bertele-tele dan ‘ngga penting’ hanya akan membuat iklan kita ditinggalkan.. yang pada akhirnya mubazir lah itu semua dana iklan yang telah dibelanjakan…  rugi khan??

 

Partner saya pernah berkata: we only have 2 seconds to talk to them!  Nah.  Gimana dalam 2 detik itu kita menyampaikan pesan?  Itulah tantangan seorang salesman! Err… maksud saya, copywriter J !

 
 
© 2007 - 2017 Modern School of Copywriting